Era Gemini Berakhir? DeepMind Ganti Pemimpin, Saham Alphabet Anjlok

Era Gemini Berakhir? DeepMind Ganti Pemimpin, Saham Alphabet Anjlok

By TeknoPulse Redaksi 3 min read

Era Gemini Berakhir? DeepMind Ganti Pemimpin, Saham Alphabet Anjlok

Laporan dari berbagai media global mengungkapkan bahwa Google tengah berada di titik balik penting dalam sejarah kecerdasan buatannya. CEO Alphabet Sundar Pichai pada 5 Agustus 2026 mengumumkan restrukturisasi besar di divisi AI Google melalui email internal yang disebarkan ke seluruh tim DeepMind.

Apa yang Berubah?

Perubahan paling mencolok adalah perpindahan kursi kepemimpinan di DeepMind. Demis Hassabis, salah satu pendiri laboratorium AI paling berpengaruh di dunia yang diakuisisi Google pada 2014, mundur dari peran operasionalnya. Hassabis resmi diangkat sebagai chairman DeepMind dan chief scientist di Alphabet, posisi yang memberikan cakupan institusional lebih luas namun mengurangi kendali langsung terhadap jalannya laboratorium sehari-hari.

Penggantinya adalah Koray Kavukcuoglu, yang sebelumnya menjabat chief technology officer DeepMind. Ia naik menjadi senior vice president dan secara resmi memimpin unit tersebut ke depannya. Kabar ini dikonfirmasi oleh laporan dari situs teknologi NewsTechIA yang menyebutkan bahwa perpindahan ini merupakan bagian dari reorganisasi terbesar sejak DeepMind dan Google Brain digabungkan pada 2023.

Saham Alphabet Turun 4 Persen

Mengingat besarnya perubahan ini, respons pasar keuangan tidak bisa dianggap remeh. Pada perdagangan sesi yang sama, harga saham Alphabet turun sekitar 4 persen, menjadi peringatan nyata bahwa investor tengah mencermati agresifnya transformasi yang tengah dilakukan Google.

Menurut berbagai laporan, termasuk yang dirangkum dari sumber media internasional dan domestik, beberapa faktor yang mendasari turbulensi ini meliputi perlambatan perekrutan talenta AI premium, penundaan pada model andalan berikutnya, serta masalah internal yang disebut-sebut telah memengaruhi mora tim di beberapa divisi AI. Yang paling mengkhawatirkan, unit AI Google tercatat menghasilkan arus kas negatif untuk pertama kalinya secara historis pada kuartal terakhir — sebuah sinyal finansial yang menuntut respons cepat dan tegas.

Kolapsnya Otonomi DeepMind?

Di luar pergantian nama di kursi direksi, ada dinamika struktural yang tidak kalah signifikan. Google disebut-sebut tengah mengintegrasikan DeepMind lebih erat ke dalam struktur bisnis Google secara keseluruhan. Selama bertahun-tahun, DeepMind menikmati otonomi besar sejak diakuisisi, dan kebebasan itu kini mulai dipersempit. Google juga tengah mengkonsolidasikan strategi serta kepemimpinan AI-nya, termasuk memusatkan operasi di California.

Pivotsi arah penelitian pun demikian besarnya. Google mulai meninggalkan proyek-proyek kategori sempit yang sempat menjadi ciri khas DeepMind — AlphaFold untuk prediksi struktur protein adalah contoh paling jelas — dan mengarah ke sistem AI otonom yang mampu melakukan penelitian ilmiah secara mandiri tanpa campur tangan manusia di setiap tahap.

Jeff Dean, 27 Tahun di Google, Pergi

Dalam email yang sama, Sundar Pichai juga mengumumkan kepergian Jeff Dean. Setelah menakhodai divisi AI Google selama 27 tahun dan menjadi arsitek utama banyak proyek strategis, Dean memutuskan untuk keluar dan mendirikan Discovery Loop, startup AI baru yang bertujuan mempercepat penemuan di bidang machine learning dan rekayasa ilmiah.

Koray Kavukcuoglu dalam pernyataan resmi menyambut tantangan ini dengan menyebut bahwa era baru Google AI akan fokus pada sistem otonom yang mampu bekerja nyata di dunia sains.


Sumber

  1. NewsTechIA — “Google Restructures AI Leadership in Major Executive Shake-Up” (6 Agustus 2026)
  2. Tencent/QQ — “Gempa Personnel di Google: DeepMind Ganti Pemimpin, Ilmuwan Utama Pergi” (6 Agustus 2026)
  3. QQ.com — “CEO DeepMind Hassabis Mundur, Pemimpin Perusahaan Berubah Total” (6 Agustus 2026)

Artikel Terkait