Google dan Marvell Perluas Kerja Sama Chip AI, Saham Senilai $12,2 Miliar Jadi Pesaing Baru

Google dan Marvell Perluas Kerja Sama Chip AI, Saham Senilai $12,2 Miliar Jadi Pesaing Baru

By TeknoPulse Redaksi 4 min read

Google resmi memperdalam kerja samanya dengan raksasa semikonduktor Amerika Serikat, Marvell Technology. Kedua perusahaan menandatangani perjanjian dagang pada 29 Juli 2026, mencakup pengembangan chip kustom yang melekat pada ekosistem Tensor Processing Unit (TPU) — chip AI racikan Google yang menjadi tulang punggung infrastruktur kecerdasan buatannya.

Puncaknya, Marvell memberikan Google waran untuk membeli hingga 58,97 juta saham biasa Marvell dengan harga $206,58 per lembar. Jika seluruhnya dieksekusi, nilai waran itu mencapai sekitar $12,2 miliar — sebuah angka yang bakal menjadikan Google pemegang saham terbesar kelima di Marvell dengan kepemilikan sekitar 7% saham.

Bukan Ganti Broadcom, tapi Perluas Pasokan

Langkah ini bukan berarti Google meninggalkan Broadcom. Perusahaan semikonduktor yang selama ini menjadi mitra utama dalam merancang chip TPUGoogle. Broadcom masih terikat lewat perjanjian jangka panjang yang disebut berlangsung hingga 2031. Penambahan Marvell dibaca analis sebagai strategi Google mendiversifikasi rantai pasokan chip kustomnya, seiring kebutuhan komputasi AI yang terus melonjak melampaui kapasitas yang tersedia.

Analis Morningstar, William Kerwin, menilai bahwa langkah Google kali ini lebih bernuansa perluasan pasar daripada penggantian mitra. Google disebut tengah mencari sumber pasokan tambahan untuk memenuhi lonjakan permintaan kapasitas TPU, bukan mengganti yang sudah ada.

Chip Kustom untuk Seluruh Ekosistem TPU

Cakupan perjanjian Google-Marvell sangat luas dan mencakup beberapa kategori produk:

  • Chip akselerator inferensi AI — chip khusus untuk menjalankan model AI yang sudah dilatih, bukan untuk melatih model baru.
  • Pengendali penyimpanan (storage controllers) — mengelola array penyimpanan agar data bisa diakses lebih cepat.
  • Pengendali antarmuka jaringan (network interface controllers) — mengoptimalkan lalu lintas data antar server di pusat data.
  • Pengendali antarmuka memori (memory interface controllers) — mengatur komunikasi antara memori dan prosesor.
  • Komputasi near-memory — menempatkan logika pemrosesan dekat dengan modul memori untuk mengurangi waktu tempuh data.

Semua produk ini tidak menggantikan TPU inti Google, melainkan melingkupi dan memperkuat ekosistemnya dari pinggir ke pinggir.

Mekanisme Vesting: $500 Juta per Tranche

Struktur waran yang diterbitkan Marvell kepada Google punya desain yang cukup unik. Dari total sekitar 58,97 juta saham dalam waran:

  • 1,36 juta saham pertama vest secara bertahap setiap kuartal selama tahun pertama perjanjian.
  • Sisa 57,6 juta saham vest dalam 240 tranche alias tranche, masing-masing membuka kunci setelah Google menggelontorkan $500 juta untuk pembelian produk kustom Marvell.

Artinya, jika Google ingin seluruh warannya vest, perusahaan harus memesan produk Marvell hingga total $120 miliar sampai akhir tahun fiskal 2033. Ini bukan komitmen belanja, melainkan target ambisius yang menunjukkan keyakinan kedua pihak terhadap kerja sama jangka panjang.

Begitu berita ini menyebar ke pasar, saham Marvell langsung melesat hampir 10% dalam satu hari. Sebaliknya, Broadcom — yang notabene juga mitra Google — justru turun lebih dari 5%.

Kenapa Ini Penting bagi Lanskap AI Global?

Keputusan Google memperlebar kerja sama dengan Marvell mencerminkan tren besar di industri teknologi: hyperscaler mulai membangun tumpukan chip kustom mereka sendiri, bukan lagi sepenuhnya bergantung pada Nvidia.

Amazon punya Trainium, Microsoft punya Maia, dan Google punya TPU. Masing-masing perusahaan kini berlomba memastikan bahwa tidak hanya chip akselerator utamanya yang kustom, tetapi juga seluruh infrastruktur di sekitarnya — dari penyimpanan, jaringan, hingga antarmuka memori — dirancang khusus untuk beban kerja mereka.

Hal ini punya dampak luas. Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar GPU AI dengan ekosistem perangkat lunak CUDA yang sangat kuat, kini menghadapi tekanan dari dua arah: klien utamanya justru sedang membangun alternatif sendiri. Meski begitu, Nvidia tetap relevan untuk banyak kasus, tapi pangsa pasarnya di segment infrastruktur AI hyperscaler mulai terfragmentasi.

Marvell sendiri kini berdiri di posisi yang sangat strategis. Selain Google, perusahaan juga memiliki perjanjian desain chip kustom dengan Amazon Web Services dan Microsoft, menjadikannya salah satu penyedia jasa desain semikonduktor paling sibuk di era AI saat ini.

Kesimpulan

Perjanjian Google-Marvell bukan sekadar berita investasi. Ini adalah sinyal kuat bahwa perang semikonduktor AI telah bergeser dari sekadar siapa yang membuat chip tercepat, menjadi siapa yang bisa merancang seluruh ekosistem chip secara holistis — dari memori hingga jaringan — agar bisa bekerja selaras dengan akselerator AI utama.

Bagi industri, ini menandai era baru di mana ketergantungan pada satu vendor/generik bergeser menuju spesialisasi penuh. Dan bagi investor teknologi, perusahaan yang bisa menghubungkan seluruh mata rantai infrastruktur AI dalam satu sistem kohesif kini makin menjadi incaran.


Sumber

Artikel Terkait